Berdamai
Tak apa kau pergi Kini rasaku sudah tidak segila waktu itu pertama kau bilang akan pergi. Mungkin memang saat nya kita tidak terpaut lagi, kamu dengan bahagia mu dan aku dengan duka ku.
Biarlah tak apa, aku sudah berdamai dengan luka. Rasaku kini lebih bisa ku ajak kompromi untuk mengikuti akal bukan hati saja. Tidak seperti saat itu, dimana kau dengan tegasnya mematahkan hatiku.
Kini, aku pasrahkan semuanya pada Tuhan. Dengan menghadirkan seseorang yang akan menghapus segala sakit yang melahirkan air mata. Aku percaya, dengan senyum dia, Tuhan mengembalikan hatiku yang kau buat kacau berantakan. Dengan cintanya yang sungguh, akan menghapus harap yang kau biarkan runtuh.
Bukan saat ini, atau nanti, bahkan mungkin bukan Minggu nanti. Tapi, aku percaya. Yang patah akan kembali sembuh. Yang terluka akan kembali mengering. Begitulah rasa, tidak semua temu akan berakhir mengikat. Ada saatnya kita harus saling merelakan.
Denganmu aku belajar banyak hal, termasuk mengatur egoku sendiri. Nanti, jika aku seberuntung kamu. Bertemu dengan seseorang yang begitu tulus mencintaiku. Akan aku abdikan rasaku utuh untuknya. Tak akan ku buat dia jenuh, meski senyatanya usahaku itu tetap hadirkan jenuh padanya.
Kau tahu? Aku sempat tidak bisa paham apalagi mengerti akan diriku setelah luka waktu itu. Tapi, otak dan hati yang berhasil berkompromi, akhirnya aku bisa belajar menerima semuanya dengan lapang. Walau kenyataan nya, begitu sulit dan tertekan.
Kini, aku lebih berusaha mencintai diriku sendiri. Berusaha membuat nya begitu bahagia. Walau sejatinya seperti mustahil, Karena saat sendiri menyapa. Yang ada bayang tentangmu selalu hadir menarik air mata. Entah aku tak mengerti, kenapa konsekuensi dari perpisahan adalah air mata berkepanjangan. Inilah yang terjadi. Aku hanya bisa menikmati alurnya, hingga Tuhan mengembalikan senyum yang terenggut oleh luka yang semakin menganga.
Kisah kedepannya nanti, akan diiringi dengan usaha mengikhlaskan. Dan harap yang ku kubur dengan perlahan. Aku percaya, Tuhan selalu punya cara terbaik untuk menghadirkan penggantimu yang kini sudah menjadi milik orang lain.
Oleh: Ruqy El Qurdy

Belum ada Komentar untuk "Berdamai "
Posting Komentar