Pasca Kau Tinggalkan


 Pasca Kau Tinggalkan


Lukanya masih nyata, kisahnya sudah tiada. Janjinya masih melekat, harapannya sudah sekarat. Pasca kau bilang bismillah aku Amini dengan serius berharap berakhir dengan Alhamdulillah. Tapi ternyata kenyataan membangunkan aku. Dari mimpi manis yang sengaja kau bangun. Menghancurkan segala harap yang ada.

Kini kisah itu harus ku ikhlaskan perlahan. Lambat laun, mungkin bukan sekarang, tapi nanti saat seseorang bertanya tentang mu, dengan ringannya aku menjawab tidak tahu. Bukan didasari amarah lagi, tapi kerena aku sudah bisa berdamai dengan luka yang kau beri.

Tenanglah, aku tak se labil waktu itu. Yang memaksamu tetap menjadi milikku tanpa henti, sedangkan mau di paksa bagaimanapun, kamu tetap akan pergi.

Kini, aku sedang berusaha menyicil tangis untuk tak selalu tumpah. Menabung penghapus rasa untuk kembali tak mencintaimu seperti semula. Dan, semoga semesta segera memberiku bahagia. Meski pada detik ini saja, aku masih bergulat dengan air mata.

Entah apa istimewanya kamu, mungkin karena rasa nyaman yang kau bangun begitu meyakinkan. Sehingga aku, dengan begitu sulitnya menerima semua keadaan akan dirimu yang akan ijab dengan perempuan lain. 

Entah bagaimana hancurnya hatiku, tapi semoga Tuhan segera mengabulkan doa akan ikhlas yang selalu aku panjatkan. Setelah selalu ku pinta namamu dalam doa. Malah yang terjawab adalah kenyataan kau sudah ada ikatan dengan orang lain.

Kali ini, aku tak ingin mendoakan mu apa-apa. Kau pasti baik-baik saja dan bahagia, sedangkan aku berantakan dan terluka. Jadi do'a ku, hanya berharap bahagia ku dan merelakan mu dengan segera.

Perihal kamu, aku akan belajar tidak lagi se perduli biasanya. Entah keadaan mu dan siapa yang akan mengingatkan mu makan dan sebagainya. Karena, sudah ada dia di samping mu. Dia dengan bahagianya yang sudah berhasil membersamai mu. Dan kini, do'a-do'a dipanjatkan hanya Untuk sebuah rela dan keikhlasan.

Show comments

Belum ada Komentar untuk "Pasca Kau Tinggalkan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cerita Rasa

"Yang selalu berusaha, akhirnya akan dipertemukan dengan keberhasilan, meski kerap kali mengalami kegagalan"