Pada Tahun dan Kisah Kedepannya


 Lengan yang selalu diusahakan untuk kaut, hati yang dipaksakan tegar meski kerap kali karam dan senyum yang selalu saja terpancar untuk menyembunyikan segala duka yang ada. Mungkin tahun sebelumnya selalu seperti itu. Kau memaksakan dirimu untuk bisa nampak sesuai dengan segala ingin orang-orang terdekat.

Pikir lagi bagaimana baiknya, kau tak harus memaksakan dirimu. Belajarlah berdamai dengan diri sendiri. Memahami diri sendiri bukan sekadar orang lain. Kau memiliki hak penuh atas dirimu, sikap yang mau kamu tanpakkan dan jalan yang akan kamu pilih. Dan orang lain tak ada hak atas hal itu.

Berhenti pura-pura, ini waktunya kamu lakukan sesuai dengan keadaan dirimu. Jika lelah, katakan lelah. Jika enggan katakan tak mau. Bukan tetap memaksa memenuhi ingin orang yang itu membuatmu terkungkung dengan jalan hidup yang kamu pilih.  

Fokus pada apa yang ingin kau capai, pada apa yang kamu sedang cita-citakan. Tanpakkan sesuai dengan keadaan diri. jika bahagia tersenyumlah dan jika terluka lepas senyum kepalsuan itu. Agar yang selalu menjatuhkan dan nyinyir atau menganggap dirimu tanpa beban lebih menghargai dirimu. Lebih hati-hati lagi untuk sekadar bercanda. Apalagi hinaan yang di coveri candaan.

Kita tidak pernah tahu mana kata yang benar-benar membuat orang tertawa, atau malah sangat dalam menghadrikan luka. Itulah kenapa, lebih hati-hati lagi untuk sekadar berbagi candaan. Kita memang ada hak atas diri kita sendiri, mau mengatakan apa itu terserah, tapi pernahkah kita berpikir bahwa ada hak orang lain yang harus juga kita jaga, ada perasaan orang yang perlu kita hormati.

Tahun kemarin boleh banyak yang masih main-main, sering bercanda dan tak ada satupun terbesit dalam pikiran apakah kata yang terlempar menyinggung perasaan orang. Itulah kenapa pada tahun ini, talaah diri lebih dalam lagi. Pikirkan baiknya untuk diri dan orang lain. Lalu fokus pada diri, bukan selalu memikirkan orang lain yang bisa seperti ini dan seperti itu. Karena yang sesungguhnya, ini hanya perihal takdir dan usaha mana yang do’a nya di ijabah oleh Tuhan.

Ruqy El Qurdy


Show comments

2 Komentar untuk "Pada Tahun dan Kisah Kedepannya"

  1. sepertinya sedang pergolakan jiwa.. Wkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk... begitulah menjadi sarjana belum ada penghasilan membuat kebingungan sendiri.

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cerita Rasa

"Yang selalu berusaha, akhirnya akan dipertemukan dengan keberhasilan, meski kerap kali mengalami kegagalan"