Harap dan Capaian
Bukan pada malam, tapi pada senja yang menyisakan bayang pada indahnya. Kali ini saja, izinkan aku mengerti arti harap yang bertemu dengan cerita yang tersirat nyata. Jawab akan segala rasa yang hampir usang pada pengharapan. Bukan aku tidak ingin mengerti tentang penantian yang panjang. Pada harap yang tak kunjung terpenuhi. Hanya saja, di penghujung ingin yang begitu dalam, aku ingin kamu mengerti, bahwa tidak semua sabar pada harap akan bertahan lama. Ada saat jenuh, lelah dan ingin berhenti. Mungkin pada titik ini, aku ingin berhenti berharap, hanya saja, tanpa diminta, kamu hadir dengan begitu rapi dalam bayang yang akhirnya kembali menghidupkan rasa yang ada.
Aku rasa, dari kopilah aku belajar untuk bisa memahami arti pahit agar
mengenal manis, dengan cara menakar sendiri gulanya. Bukan memaksa orang lain
agar rasanya bisa sesuai ingin. Karena penentu kisah sesungguhnya adalah diri. Bukan
dia, kamu ataupun mereka. Hanya saja orang lain selalu mempunyai peran penting
dalam diri. Yach, belajar lagi dari gagal, hujatan dan segala yang begitu
menyakitkan. Karena dari sanalah akan selalu dihadiahkan kesabaran.
Semua orang punya hak berharap, tapi tidak semua orang berhak menuntut
segalanya tercapai. Kembali perbaiki lagi jalan inginnya, pada dia ataupun cita
yang ada. Karena perjalanan menuju pencapaian akan selalu manis dan indah
sesuai dengan yang dipikirkan.
ihwal harap dan capaian, kata orang, usaha tanpa doa adalah sombong. Doa tanpa usaha adalah bohong..
BalasHapusDan tugasku hanya berusaha dan berdoa. Hehehe, kurang kusertakan do'a dalam tulisan ini. Terimakasih banyak kak Muhsin🙏
HapusSemangat berkarya...
BalasHapusSemoga terus sehat dan terus konsisten berkarya 💪💪
BalasHapus