Bukan Prihal Kehilangan

Bukan Perihal Kehilangan

Bukan perihal kehilangannya, tapi lebih pada rasa taakut yang berhasil mengelabuhi diri hingga membuat aku begitu takut dan tak mengerti untuk melakukan apapun. Luka yang terjadi berhasil membuat diri begitu terjatuh dan berantakan. Orang-orang bertanya kenapa begitu jatuh dan di ambil galau yang berkepanjangan? Mereka hanya tahu kisahnya sendiri, tidak dengan kisah yang aku jalani, bahwa yang namanya rasa tidak bisa ditebak. Mau sepanjang apapun alur dan kisahnya, kalo sayanganya begitu dalam dia akan kesulitan untuk lepas.

Mungkin iya mudah bagi orang-orang yang terbiasa bangkit dari luka-luka yang dihadapi. Tapi bagi yang mengalami kesulitan, dia akan terpingcang-pincang untuk bisa meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap hidup dan waras. Karena baginya, hal yang diperjuangkan dan begitu di idamkan harus diputus dan dikubur begitu saja dengan kejam. Sedangkan hatinya tak henti meronta kesakitan.

Sebenarnya, ini bukan perihal siapa paling cepat merelakan dan melepaskan. Tapi ini tentang sebagaimana waktu bisa ajak dia untuk berpikir lebih luas. Bahwa kehilangan memang akan dirasakan oleh siapa saja. Kecewak akan diterima dari siapapun baik dia yang pernah begitu dpiercayai dan begitu tulus disayangi. Karena yang namnaya hubungan tak lepas dari saling memiliki dan saling merelakan. Yang terpenting, ajak kompromi hati dengan otak, jangan biarkan berjalan sendiri-sendiri, sehingga tak saling angkuh untuk menyalahkan. Se begitu teliti untuk berhati-hati-pun, kalo endingnya bakal bertemu sakit dan ditinggalkan, lukanya akan dirasakan perlahan. Yang terpenting, yakinkan diri tentang hidup. Bahwa tak semuanya hanya tentang rasa. 

Banyak perjalanan dan perjuangan yang harus difokuskan juga. Bukan hanya perihal pasangan. Ada harapan orang tua, mimpi yang dibangun dari sejak kecil dan masih banyak capain-capaian kecil yang harus peroleh. Perihal pasangan, yakinkan pada Tuhan, semesta begitu luas. Akan selalu ada cara terbaik Tuhan mempertemukan dengan dia yang akan menemani dan tulus mencintai. Yakini saja, sekarang, fokuslah memperbaiki diri dan meminta yang terbaik pada Tuhan. Ikhlaskan yang sudah-sudah. Relakan dengan tabah. Karena cinta memang mengajarkan pemiliknya banyak hal untuk membuat dia lebih berpikir luas dan ikhlas lebih dalam. 

Mari berdamai dengan segala yang ada, perihal komentar orang, kamu hanya perlu mendengarkan. Mengambil yang menurutmu baik dan melepaskan yang bagimu mengusik. Kamu, tergantung dirimu, bukan orang lain. Nikmati alurnya, jangan pernah merasa takut dan semakin kerdil.

Oleh: Ruqy El Qurdy 

Show comments

Belum ada Komentar untuk "Bukan Prihal Kehilangan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cerita Rasa

"Yang selalu berusaha, akhirnya akan dipertemukan dengan keberhasilan, meski kerap kali mengalami kegagalan"