Seikhlas Hujan Diakhiri Juni


 Seikhlas Hujan diakhir Juni 

Aku tak ingin mempuisikan hujan bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Karena Juni juga kunikmati dengan derai hujan di kelopak ku. Bahkan hari terakhir di bulan juni pun, hujan begitu deras disertai anginnya. Menarik aku pada masa-masa bahagia yang kau beri.

Kini, tangis semakin lambat mengikuti derai hujan yang semakin deras. Genangan air semakin meninggi dan harapan semakin menipis. 

Entah kelahiran Juni ini kutukan atau penguat bagi pemiliknya. Tangis sepertinya sudah menjadi partner terbaik untuk menemani. Memeluk segala kegagalan di hati dan mimpi. 

Tak lagi ada harapan yang biasanya diamini. Hanya do'a-do'a ikhlas yang senantiasa terpatri.

Genangan semakin meninggi, mengajak aku berkelana jauh dalam pikir. Tentang sebelum dan sesudah hujan. Bahwa mau sederas apapun aku menangis dan menyesali, dia begitu cera pernah mengisi. Dan setelah nya, meskipun bukan dengan yang sebelumnya begitu manis menemani. 

Akan ada yang datang tulus ingin membersamai. Menghapus segala luka yang pernah terjadi. Meski tak sepenuhnya yakin, tapi begitulah keadaan hidup. Perlahan dipertemukan lalu dipisahkan. Dan seperti itu seterusnya.

Cinta tak akan kekal membersamai kita dengan orang yang disayangi, kita akan dihadapkan pada kata pisah. Entah pisah Karena saling emosi dan ada yang lain, ataupun pisah karena ajal menjemput mengajak pada sang Ilahi. Kini, hanya perihal mau seberapa jauh lagi belajar ikhlas. Agar segala yang terjadi bisa diterima dengan lapang. Meski luka, selalu menghadirkan air mata.

Oleh: Ruqy El Qurdy 

Show comments

Belum ada Komentar untuk "Seikhlas Hujan Diakhiri Juni"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cerita Rasa

"Yang selalu berusaha, akhirnya akan dipertemukan dengan keberhasilan, meski kerap kali mengalami kegagalan"