Terlalu Jatuh
Terlalu Jatuh
Sudahlah abaikan. Mau dipaksa gak baik, sudah bukan jadi milikmu. Mau marah, kayaknya lucu aja gitu marah-marah sama pasangan orang. Diam saja, nikmati kecewanya sendiri. Toh, kamu yang sengaja membuat hatimu sakit. Sudah tahu dia tak akan menjadi milikmu, masih dipaksa utuh selalu menemani mu.
Entah kau terlalu bodoh atau terlalu naif, perasaan berantakan seperti itu masih saja kau ladeni. Endingnya patah hati, kau tahu itu. Bahkan dengan bola matamu jelas nama dia terpangpang dengan perempuan lain, pada tanggal, waktu dan tempat yang sudah dikonsep matang jauh-jauh hari. Tapi, kamu terlalu bebal dan tak bisa mengontrol diri sendiri. Ingat, yang namanya bukan untuk mu, mau dipaksa dan sebaik apapun tak akan kembali padamu. Kau seperti ini hanya menyiksa dirimu sendiri.
Mencintai boleh, menyayangi apalagi. Tapi, bisa tidak akal pikir itu dipakai bukan hanya menggunakan hati. Agar tak selalu salah dalam menjalani.
Sampai saat ini, pernah kamu berpikir tentang bahagia mu? Rasanya, kau hanya terfokus pada dia. Bagaimana memenuhi inginnya, bagaimana selalu ada buat dia. Tanpa kamu sadari, hal itu justru membuat sakit mu semakin berkepanjangan.
Belajar merelakan tanpa tapi. Yang perlu kamu perhatikan hatimu sendiri yang kacau. Dia akan bahagia, dan mungkin tidak akan perduli denganmu yang terkatung dalam luka yang ada. Jadi berhenti membuat dirimu sakit, berhenti membuat dirimu tak mengerti.
Tuhan tahu sedihku, Tuhan tahu perih mu. Yang perlu kamu lakukan pulang dan ceritakan semua keluh mu. Katakan apa yang kau mau, katakan apa yang kau ingin. Meski semuanya tidak terkabul, setidaknya kamu ingat tempat pulang satu-satunya adalah Tuhan. Tuhan maha akan segala peristiwa yang kamu alami.
So, syukuri dan belajar lebih lapang dan tabah lagi menerima segalanya dengan ikhlas. Kamu pasti bisa hadapi semuanya, walau nyatanya jalan yang harus kau lalui begitu terjal dan ber kelikir. Ingat, terlalu berlarut-larut dalam jatuh itu tidak baik. Kamu juga harus bangkit dan memulai hal baru yang lebih baik.
Oleh: Ruqy Qurdy

Belum ada Komentar untuk "Terlalu Jatuh "
Posting Komentar