Ketika Berorganisasi Mengedepankan Ambisi


Ketika Berorganisasi Mengedepankan Ambisi


Gabung dalam organisasi punya ruang proses masing-masing. Pertama, kamu akan berproses sebagai anggota baru, disana akan dibimbing dengan sebegitu baiknya. Tergantung kamu mau berproses atau tidak. 

Tahun selanjutnya kamu akan dihadapkan dengan anggota baru, dan kamu sebagai jembatan kepengurusan untuk mengayomi serta mengikuti segala kegiatan dari kepengurusan. Akan banyak ambisi di kepala dan egois mengiri, entah kurang puas dengan kinerja kepengurusan dan ingin lebih dulu melangkahi pengurus dengan beragam ide di otak masing-masing. Yang seharusnya ide itu bisa di tabung untuk kegiatan kepengurusan pribadi mu selanjutnya, atau di sampaikan untuk menunjang kegiatan kepengurusan. Sehingga, kegiatan organisasi semakin baik kedepannya. 

Tahun berikutnya, proses mu sebagai pengurus organisasi, yang disana akan lebih berat lagi prosesnya. Dihadapkan pada malas, lelah dan yang tidak Kuat bertahan akan menyerah. Banyak tuntutan dari bawahan ataupun atasan, yang terpenting adalah proses mengabdikan diri di organisasi yang telah memberi ruang untuk menempa diri menjadi lebih baik. Kamu akan dihadapkan dengan ketidak sukaan anggota, dihadapkan pada sebagian pengurus yang hilang serta masih banyak lagi polemik didalamnya, yang semua itu ditampung dalam kepala dan tidak disampaikan pada anggota Demi kenyamanan anggota dalam organisasi. 

Akan ada tangis, lelah dan masih banyak lainnya. Sedangkan yang menjalani dengan ikhlas, dia akan bertahan hingga selesai. Tanpa perduli segala rintangan yang ada. Karena yang namanya berorganisasi, tidak lepas dari ego pribadi yang mengiringi. Cuman perlu diingat, bahwa organisasi punya tujuan bersama, bukan kepentingan pribadi saja.

Dimanapun tempat kamu menempa diri untuk berproses, yang terpenting pahami segala perjalanannya. Bukan hanya asik dengan merasa paling tahu dengan mengomentari tanpa henti. Ada garis koordinasi, ada etika komunikasi, ada pola konsultasi. Yang semua itu bukan hanya di pelajari, tapi juga dipahami dengan menerapkan nya pada diri pribadi. Bukan dijadikan ilmu mengambang tanpa masuk ke hati. 

Berorganisasi itu pilihan pribadi, jikapun masuk karena paksaan dan ajakan, merasa beruntunglah kamu karena diberi ruang untuk berproses. Tapi, perlu di ingat, pintarlah memilih dan memilah dengan mempelajari segalanya sebelum masuk kedalamnya. Karena bagaimanapun, kamu yang akan menjalani bukan orang lain. Jika kamu nyaman, dengan senang kamu menjalani tanpa merasa terbebani. Walau sebenarnya, pasti ada lelah dalam perjalanan proses yang kamu tempuh.

Tekankan lagi, Berorganisasi itu tempat menempa diri. Berproses bukan sibuk protes. Sehingga yang ada fokus pada ambisi pribadi, yang membuat tidak sadar hadirkan kekacauan dalam organisasi. Sedangkan pribadi merasa paling benar sendiri.

Berproseslah, tanpa mencederai orang lain. Ingat, organisasi di bentuk bukan tidak memiliki tujuan. Maka tanamkan tujuan itu, sehingga tidak merusak nama organisasi yang kamu geluti.


Show comments

2 Komentar untuk "Ketika Berorganisasi Mengedepankan Ambisi "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cerita Rasa

"Yang selalu berusaha, akhirnya akan dipertemukan dengan keberhasilan, meski kerap kali mengalami kegagalan"