Ungkapkan dengan Segera
Tentang
rasa, ada yang mudah menemukan jalannya untuk memiliki. Ada yang
terjebak sendiri tak menemukan arah menuju yang di impi.
Terkatung-katung memendam rasa sendiri. Berperang dengan rindu dan
Bertikai dengan rasa cemburu.
Cemas sendiri, terpuruk sendiri dan sakit sendiri. Begitulah rasa yang hanya berani menyimpan sendiri.
Terkadang
perasaan perlu diungkapkan. Bukan untuk sebuah rasa yang berbalas,
melainkan hanya untuk mengurangi sesak di dada, akibat memendam perasaan
terlalu lama.
Wajar jika penuh tantangan, kau hanya perlu terbebas
dari perasaan-perasaan yang tak kunjung menemukan jalannya. Dia lega
bermain kata dan rasa dengan orang lain. Sedangkan kau sesak menyiksa
hati sendiri. Maka saatnya lepas perlahan dengan cara yang tak wajar
mungkin bagi kebanyakan. Tapi justru kau bisa lebih tegas pada hatimu
sendiri, apalagi dengan perasaanmu yang tak bisa di filter akan jatuh
pada siapa.
Bukan untuk sebuah jawab dengan rasa berbalas. Melain untuk menghilangkan sebagian beban dalam pikiran.
Lambat
laun, ketika sudah kau ungkapkan entah berbalas atau tidak. Kau hanya
perlu mengungkap bukan untuk mendekap. Lalu kau akan lebih mudah
menikmati hidup dengan sedikit melepas beban di dada. Dan pada akhirnya,
kamu menjadi pemenang akan ketakutan mu sejauh ini. Perihal dia dan
dengan siapa kau nanti. Semesta lebih tahu cara mempertemukan dengan dia
yang tahu cara memperlakukan mu dengan sepenuh hati.
© Ruqy Qurdy
Amazing as always.
BalasHapusTerimakasih banyak Ra. Semoga senantiasa Istiqomah menulis
HapusRepot emang kalau perihal rasa yang ambigu; antara mengungkapkan dan memendam.
BalasHapusYups... Benar sekali. Namun terkadang perlu untuk mengungkapkan agar tak menjadi beban berkelanjutan. Yuk semangat hilangkan kelikir-kelikir kecil dalam otak dan hati
Hapus