Setelah Hujan Reda



 Mungkin akan dingin atau kenangan akan hadir menelusup pada ingatan. 

Teras rumah masih basah, halaman masih banyak genangan air. Pada gelap aku tatap langit sebentar, lalu tetes air sisa dari hujan lambat laun turun dari pepohonan. Wajahmu tiba-tiba menelungkup dalam bayang, senyum yang kau bagi tatkala jumpa denganku.

Aku terpaku diam tanpa kata hadirmu dalam bayang menghapus semua tentangku. Ya, tentangku malam ini, malam yang seharusnya aku nikmati, kini hilang karena mu yang hadir tanpa kupinta. 

Entahlah Sampai kapan aku bisa merelakan dengan utuh, Sampai kapan aku bisa mengikhlaskan dengan serius. Tiap kali hujan datang, sisanya tentangmu hadir dalam bayang. Merusak ingatan dan segala usaha ku untuk bisa melupakan. Ya setidaknya aku bisa melupakan harap, meski sakit, tapi harus bisa kulakukan dengan segera.

Setelah hujan, dingin sedikit menggelitik tubuhku. Memaksa aku masuk dan menutup mata untuk pura-pura bisa melupakan. Ya tidur mungkin, upaya terhebat untuk menghilangkan mu sejenak dari pikiran.


Ruqy El Qurdy

Show comments

1 Komentar untuk "Setelah Hujan Reda"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cerita Rasa

"Yang selalu berusaha, akhirnya akan dipertemukan dengan keberhasilan, meski kerap kali mengalami kegagalan"