Jangan Masuk Jika Pagar Masih Tertutup
Mau dinasehati seperti apapun, kalo dasarnya udah enggan menerima masukan percuma juga panjang lebar memberi saran. Terkadang kita cukup diam mendengarkan. Menerima segala keluh yang ingin dibagi. Jika dia sudahterlihat lebih lega, tersenyum lah dengan memberikan kekuatan. Bukan merasa lebih tegar, menasehati nya dengan segala jalan.
Kita tidak pernah tahu, pada titik mana seseorang merasa enggan lebih akrab dengan kita. Maka, cukup pahami psikologi nya. Dan jalani seadanya. Dengan lebih menelaah diri, bukan merasa benar sendiri.
Seseorang cendrung menutup pagar, bukan malas untuk membukanya. Tapi karena sudah ada rasa enggan untuk sekadar berbagi sapa. Tidak semua orang bisa dipaksakan sesuai dengan keinginan kita, pun tidak semua orang bisa memaksakan kehendaknya terhadap kita. Jadi, lebih belajar lagi tentang cara menghargai jalan orang. Kita boleh pintar melebihi mereka, Namun jangan menaruh harap berlebihan padanya.
Tentang menghargai, kita lupakan satu hal. Terlalu Sering meminta seseorang untuk mirip dengan orang lain. Juga membandingkan-bandingkan seseorang dengan orang lain. yang nyatanya, setiap orang mempunya jalannya masing-masing untuk menjalani hidup. Punya cara sendiri untuk mengapai kesuksesan sesuai dengan versi sukses yang mereka tempuh. Kita cukup menjadi mendukung dan jika tidak memberatkan sesekali bantulah do'a. Itu Justru lebih baik dibandingkan hanya menjadi pengoceh tak jelas buat hidup orang.
terakhir, fokuslah pada diri. terlalu sibuk memikirkan orang lain, membuat kita lalai pada jalan cita yang sudah kita bangun sejak awal.
Seperti biasa, selalu memukau banyak mata..
BalasHapusTerimakasih banyak... Semoga suka dan tetap dukung karya saya. Mohon masukan serta saran gih kak🙏☺️
Hapus