Hingga Buram dan Tak Terlihat
Hari berjalan mengikuti putaran jam dengan waktu menyapa mentari dan bulan bergantian. Penglihatan itu mulai memburam saat hati hanya bisa menerima kelebihannya saja tidak dengan kekurangan yang ada. Sapa-sapa hangat tak terucap selancar biasanya. Enggan mulai tercipata dan bahkan malas mulai mengalir tanpa diminta.
Dia yang awalnya biasa, tapi karena kau buat begitu nyaman dengan segala perhatian hangat. Malah mulai kau abaikan sedangkan harap sudah terbangun dalam dirinya.
Pelan-pelan, kau semakin nampak tidak suka. Kau hanya menyukai kelebihannya saja. Sejak kau tahu segala kurang yang ada pada dirinya, dengan segera kau berubah dan mulai memburam hidupnya dari dirimu. semakin hari, semakin rabun. Dia kau buat bingung dengan tingkahmu yang seperti malaikat lalu mendadak menjadi pendiam dan meninggalkan.
Seperti tak ada harmonis sebelumnya. semakin arah jam melaju, dia mulai hilang darimu. bahkan tak terlihat lagi. Kau kembali pada rasa sepi yang semula. Lalu saat kau menemukan kelebihan orang lain, kau mulai lagi bersikap hangat pada orang itu. dan akan seperti itu lagi, pada orang-orang baru yang kau temui.
Didirmu tidak rasa puas pada tiap yang kau temui, kau bukan menginginkan pasangan hanya sedang menjadi juri akan kelebihan seseorang. Sedangkan jika kau paham tentang konsep pasangan adalah bahwa dia yang mau sama-sama mengisi kekurangan yang ada dan saling menerima dengan segala celah diantaranya.
Website sudah pakai my.id, keren
BalasHapushehehe... terimkasih kak. doakan semoga rajin nulis.
Hapus