Pada Lengan yang Kuat Menopang
Pada lembar kata dengan cerita yang berbeda, kamu memilih menjarak dari orang-orang yang sedang berusaha mencoba menarik perhatianmu. Memilih datar tapi selalu berhasil menampilkan tawa. Menjadi tempat menerima segala cerita, padahal nyata kamu tak sekuat yang di tampilkan.
Pada malam yang sepi, dalam keadaan sendiri. Kau mulai merapuh, tapi selalu dipaksa kuat pada pandangan orang-orang dalam keramaian, sedangkan nyata kehidupan diri lebih hancur dibanding kan cerita-cerita yang kau tampung. Kau terlelap begitu rapuh, berharap dunia mimpi lebih asik mengarungi cerita.
Esok di pagi menyentuh mentari, kau bangun lagi hatinya, dikuatkan lagi lengannya untuk menerima segala sandaran. Dan di luaskan otak untuk berpikir lalu memberi saran, meski pada nyatanya untuk mu sendiri kau belum bisa menguatkan dengan pasti. Kamu selalu hidup dalam bayang-bayang takut, hal yang membuat mu belum bisa menerima orang baru. Kau masih berpikir mereka hadir untuk memberi luka lagi, tak ada percaya. Semua orang terlihat menyeramkan dan kamu menyedihkan dalam pandanganmu sendiri.
Sebenarnya ada yakin pada dirimu, bahwa pada waktu lain semesta akan mempertemukan dengan tawa yang nyata tulus dari dirimu sendiri. Yach, orang-orang yang di kira hanya akan menanam luka, di antara merekalah akan ada yang begitu tulus menjaga dan memberi bahagia.
Ruqy El Qurdy
Tuliasnya bagus sekali..tersusun rap kata-katanya..
BalasHapusAlhamdulillah, semoga selalu seperti itu dan lebih baik lagi ke depannya. Terimakasih banyak kak🙏☺️
Hapus